Rabu, 09 April 2014

sepenggal cerita



Pagi itu, jam menunjukkan kurang lebih pukul 10:00 WITA saat ibu Dra. Wahida Masnani, M.Hum selesai mengajarkan mata kuliah Pengantar Filologinya. Tapi, setelah ini kami mahasiswa PSGBD Angkatan 4 masih ada kelas lagi sebelum kembali ke kos masing-masing. Selang beberapa saat menunggu akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga, ibu Dr. Gusnawaty, M.Hum berjalan memasuki ruangan MKU 222 ini. Dia mengajarkan mata kuliah Membaca Teks Bugis, Makassar, Toraja. Sesaat kemudian ibu dosen kita yang bijaksana ini memulai pelajarannya tapi, sekian menit mendengar ibu berbicara kami tiba-tiba merasa senang karena ternyata ibu lagi tidak ingin mengajar seperti biasanya (maap bu J) namun, hal itu tiba-tiba membuat kami kecewa karena ternyata meskipun tidak belajar tapi ibu memberi kita tugas L. Kami ditugaskan mengikuti ujian promosi yang sedang berlangsung di aula Prof. Mattulada dan menyuruh kita untuk mendengar lalu mencatat apapun yang kita lihat dan amati di aula tersebut.
Dengan iming-iming ibu jikalau di ujian promosi ini ada makanan “gratis”, sesegera mungkin kami serentak keluar dari ruangan kelas. Kekecewaan yang tadinya terasa berganti harapan mendapat snack J, kami berasa anak kecil yang dijanjikan permen. Setelah menuruni beberapa anak tangga dan menuju aula Prof. Mattulada tempat dimana ujian berlangsung dan disana kami mencoba masuk dari pintu belakang aula seperti perintah ibu Gusna tadi tapi kami tiba-tiba dicegat oleh panitia disana, ternyata tak ada yang boleh masuk ke dalam aula tanpa membawa serta undangan. Ohhhhh…..astagaaaa terang saja kekecewaan kembali terasa, tentunya malu bukan main dong !!!!!
Beberapa dari kami menjelaskan maksud kami ingin masuk ke dalam aula tapi apalah daya panitia-panitia di sana tetap bersikeras melarang untuk masuk. Dengan keadaan seperti ini hanya rasa malu yang kita dapatkan tapi selang beberapa saat ibu Gusna datang menyelamatkan rasa malu kami dan menyuruh kami segera masuk. Huhhhhh…..alhamdulillah kami akahirnya bisa melihat raut kekecewaan bercampur emosi di wajah panitia-panitia itu hahaha J
Kami buru-buru masuk untuk mengambil tempat duduk yang masih kosong. Hmmm saya langsung berfikir mengapa panitia-panitia di luar tadi melarang kami masuk hanya karena tak punya undangan padahal hampir setengah ruangan aula itu masih banyak kursi yang masih kosong. Yahh…tapi pikiran itu kubuang jauh-jauh karena toh sekarang saya sudah berda di dalam dan karena saya tidak ingin membuang waktu untuk melewati hal-hal apapun itu yang bisa nanti saya jadikan bahan tugas. Langsung saja kubuka tas  mengambil notebook dan pulpen kesayanganku, langsung sja kukonsep apa-apa saja yang terjadi di dalam aula Prof. Mattulada ini.
Di dalam cukup ramai, bisa dibilang ribut dan sangat sangat ribut tapi hal itu terjadi karena ternyata kami masuk pada saat  jam istirahat setelah ujian selesai makanya jadi ramai seperti ini. Kami menunggu dan menunggu acara yudisiumnya sambil melihat ke sekeliling yang terjadi. Di dalam aula sangatlah dingin dan tentunya sangat berbeda pula dengan ruangan kelas setiap harinya, angin sejuk yang keluar dari AC di aula tersebut benar-benar bikin hati adem. Terlintas di dipikiran saya “ande begini MKU pasti di ruangan terusma kapa’ nda keluar-keluar, nda marah-marahmi juga Pak Dekan dulu karena panas ruangan Jtapi ya sudahlah sudah kuliah di PSGBD saja sudah syukur Alhamdulillah kepada ALLAH SWT.
Kembali ketugas,,,, rasanya  sayang sekali  tak bisa melihat saat ujian promosinya padahal saya berharap bisa melihat proses jalannya ujian  dan semoga saja bisa ujian promosi S3 juga nantinya amin.
Selang beberapa saat acara kembali dibuka oleh Dekan Fakultas Sastra kita, saya mendengar banyak hal dari pesan-pesan Bapak Promotor dan juga pesan tambahan dan beberapa lelucon dari Prof. Burhan. Saya sedikit banyak mengutip dari layar LCD maupun dari mendengar pidato-pidato tersebut.
Ternyata yang sedang ujian promosi S3 adalah ibu Dr. Rosmawaty Natsir Said, dia ahli dalam bidang ilmu linguistik dan adapun judul disertasinya adalah “monolingual and bilingual approaches in the English as a foreign language teaching in several high schools in Makassar : a comparative study”.
Tahun 1988 bilingual education memiliki fungsi yang sangat penting. Tahun 1953, UNESCO berpendapat bahwa anak yang dididik dengan Bahasa Inggris mengalami kesulitan di sekolah maka Bahasa Ibu bisa jadi bahasa pengantar yang sangat baik. Sedangkan dilain pihak berpendapat bahwa monolingual education justru  yang jadi bahasa pengantar yang baik.
Tahun 2008, ternyata di Amerika hanya 32% responden yang menyetujui pengajaran monolingual. Pendapat dari Australia menyatakan jikalau tidak ada satupun bahasa yang bisa menggantikan peran bahasa ibu. Dalam buku Language, mengatakan bahwa pembelajar bahasa kedua tidak akan jadi penutur asli.
Dan  yahh mungkin hanya itu saja yang bisa saya rangkum dari apa yang saya dengar dan lihat karena sebetulnya kata-kata dalam pidato-pidato ini masih banyak yang belum saya mengerti.
Setelah acara ditutup dengan pantun dari Pak Dekan maka kami pun pulang dengan sekotak American Bakery dan konsep-konsep dari tugas yang ibu berikan. Dan yaaah kami juga pulang dengan cerita-cerita yang seru yang kami alami J




J THANK YOU SO MUCH J


MUFLIHA DIRGA GHAZALI
F511 11 614

1 komentar:

  1. European Soccer Predictions Today | TOP Free Football Betting 카지노 가입 쿠폰 카지노 가입 쿠폰 planet win 365 planet win 365 jeetwin jeetwin 406Mlb Betting Sites - Get the Best Odds & Markets in Canada

    BalasHapus