Pagi itu, jam menunjukkan kurang lebih pukul 10:00 WITA saat ibu
Dra. Wahida Masnani, M.Hum selesai mengajarkan mata kuliah Pengantar
Filologinya. Tapi, setelah ini kami mahasiswa PSGBD Angkatan 4 masih ada kelas
lagi sebelum kembali ke kos masing-masing. Selang beberapa saat menunggu
akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga, ibu Dr. Gusnawaty, M.Hum
berjalan memasuki ruangan MKU 222 ini. Dia mengajarkan mata kuliah Membaca Teks
Bugis, Makassar, Toraja. Sesaat kemudian ibu dosen kita yang bijaksana ini
memulai pelajarannya tapi, sekian menit mendengar ibu berbicara kami tiba-tiba
merasa senang karena ternyata ibu lagi tidak ingin mengajar seperti biasanya
(maap bu J) namun, hal itu tiba-tiba membuat kami kecewa karena ternyata
meskipun tidak belajar tapi ibu memberi kita tugas L. Kami
ditugaskan mengikuti ujian promosi yang sedang berlangsung di aula Prof.
Mattulada dan menyuruh kita untuk mendengar lalu mencatat apapun yang kita
lihat dan amati di aula tersebut.
Dengan iming-iming ibu jikalau di ujian promosi ini ada makanan
“gratis”, sesegera mungkin kami serentak keluar dari ruangan kelas. Kekecewaan
yang tadinya terasa berganti harapan mendapat snack J, kami berasa anak kecil yang dijanjikan permen. Setelah menuruni
beberapa anak tangga dan menuju aula Prof. Mattulada tempat dimana ujian
berlangsung dan disana kami mencoba masuk dari pintu belakang aula seperti
perintah ibu Gusna tadi tapi kami tiba-tiba dicegat oleh panitia disana,
ternyata tak ada yang boleh masuk ke dalam aula tanpa membawa serta undangan.
Ohhhhh…..astagaaaa terang saja kekecewaan kembali terasa, tentunya malu bukan
main dong !!!!!
Beberapa dari kami menjelaskan maksud kami ingin masuk ke dalam aula
tapi apalah daya panitia-panitia di sana tetap bersikeras melarang untuk masuk.
Dengan keadaan seperti ini hanya rasa malu yang kita dapatkan tapi selang
beberapa saat ibu Gusna datang menyelamatkan rasa malu kami dan menyuruh kami
segera masuk. Huhhhhh…..alhamdulillah kami akahirnya bisa melihat raut
kekecewaan bercampur emosi di wajah panitia-panitia itu hahaha J
Kami buru-buru masuk untuk mengambil tempat duduk yang masih kosong.
Hmmm saya langsung berfikir mengapa panitia-panitia di luar tadi melarang kami
masuk hanya karena tak punya undangan padahal hampir setengah ruangan aula itu masih
banyak kursi yang masih kosong. Yahh…tapi pikiran itu kubuang jauh-jauh karena
toh sekarang saya sudah berda di dalam dan karena saya tidak ingin membuang
waktu untuk melewati hal-hal apapun itu yang bisa nanti saya jadikan bahan tugas.
Langsung saja kubuka tas mengambil notebook dan pulpen kesayanganku,
langsung sja kukonsep apa-apa saja yang terjadi di dalam aula Prof. Mattulada
ini.
Di dalam cukup ramai, bisa dibilang ribut dan sangat sangat ribut
tapi hal itu terjadi karena ternyata kami masuk pada saat jam istirahat setelah ujian selesai makanya
jadi ramai seperti ini. Kami menunggu dan menunggu acara yudisiumnya sambil
melihat ke sekeliling yang terjadi. Di dalam aula sangatlah dingin dan tentunya
sangat berbeda pula dengan ruangan kelas setiap harinya, angin sejuk yang
keluar dari AC di aula tersebut benar-benar bikin hati adem. Terlintas di dipikiran saya “ande begini MKU pasti di ruangan terusma kapa’ nda keluar-keluar, nda
marah-marahmi juga Pak Dekan dulu karena panas ruangan J “ tapi ya sudahlah sudah kuliah di PSGBD saja sudah syukur Alhamdulillah kepada ALLAH SWT.
Kembali ketugas,,,, rasanya sayang
sekali tak bisa melihat saat ujian
promosinya padahal saya berharap bisa melihat proses jalannya ujian dan semoga saja bisa ujian promosi S3 juga
nantinya amin.
Selang beberapa saat acara kembali dibuka oleh Dekan Fakultas Sastra
kita, saya mendengar banyak hal dari pesan-pesan Bapak Promotor dan juga pesan
tambahan dan beberapa lelucon dari Prof. Burhan. Saya sedikit banyak mengutip
dari layar LCD maupun dari mendengar pidato-pidato tersebut.
Ternyata yang sedang ujian promosi S3 adalah ibu Dr. Rosmawaty
Natsir Said, dia ahli dalam bidang ilmu linguistik dan adapun judul
disertasinya adalah “monolingual and bilingual approaches in the
English as a foreign language teaching in several high schools in Makassar : a
comparative study”.
Tahun 1988 bilingual education
memiliki fungsi yang sangat penting. Tahun 1953, UNESCO berpendapat bahwa anak yang dididik dengan Bahasa Inggris
mengalami kesulitan di sekolah maka Bahasa Ibu bisa jadi bahasa pengantar yang
sangat baik. Sedangkan dilain pihak berpendapat bahwa monolingual education justru yang jadi bahasa pengantar yang baik.
Tahun 2008, ternyata di Amerika hanya 32% responden yang menyetujui
pengajaran monolingual. Pendapat dari
Australia menyatakan jikalau tidak ada satupun bahasa yang bisa menggantikan
peran bahasa ibu. Dalam buku Language,
mengatakan bahwa pembelajar bahasa kedua tidak akan jadi penutur asli.
Dan yahh mungkin hanya itu
saja yang bisa saya rangkum dari apa yang saya dengar dan lihat karena
sebetulnya kata-kata dalam pidato-pidato ini masih banyak yang belum saya
mengerti.
Setelah acara ditutup dengan pantun dari Pak Dekan maka kami pun
pulang dengan sekotak American Bakery
dan konsep-konsep dari tugas yang ibu berikan. Dan yaaah kami juga pulang
dengan cerita-cerita yang seru yang kami alami J
J THANK
YOU SO MUCH J
MUFLIHA DIRGA GHAZALI
F511
11 614
European Soccer Predictions Today | TOP Free Football Betting 카지노 가입 쿠폰 카지노 가입 쿠폰 planet win 365 planet win 365 jeetwin jeetwin 406Mlb Betting Sites - Get the Best Odds & Markets in Canada
BalasHapus